The Party Part 2


“Bagaimana ini? Bukankah jika ada boneka orang-orangan jatuh ke dalam laut akan.. aishh ! lupakan Kwon Yuri ! lupakan ! Itu hanya sebuah Mitos ! okey? Tapi apa benar itu hanya sebuah mitos?” Yuri memukul dirinya sendiri dengan bantal.
DROPPPPP !!

Lampu kapal tiba-tiba menjadi kedap kedip.
“Ahhhhhh !”Semua yeoja berteriak sekuat tenaga karena mereka tidur sendiri.
Yuri beranjak keluar dari kamarnya, membuka pintu kamarnya dan melihat teman-temannya berlalu lalang mencari pasangan mereka, begitu pun juga dengan Yuri yang mencari Yunho.
“Yunho Oppa.” Panggil Yuri yang melihat keadaan sekitarnya.
Tak ada tanggapan dan suara lagi, bahkan teman-temannya sudah tidak terlihat lagi dari dalam kapal. “Apa mereka sudah keluar terlebih dahulu?” batin Yuri bertanya-tanya.
Yuri berjalan perlahan, bahkan dia sempat berfikir ‘Kemana aku harus berjalan sekarang, bahkan aku lupa jalan untuk ke depan dan melihat laut yang terbentang. Aish, bahkan otak ku terlalu bodoh untuk saat seperti ini.’
CLEKK , terdengar seseorang membuka pintu dari belakang, sangat jelas suara kakinya, sangat jelas terdengar, tapi yang tidak jelas adalah bayangannya, yak arena lampu di kapal ini sudah mati.
Yuri beranjak lebih cepat, mempercepat langkah kakinya, lalu orang itu mengejarnya dari belakang. SLIPP tanpa sadar seseorang itu memegang punggung Yuri, Yuri teramat takut untuk melihat siapa orang itu.
Orang itu melepaskan pegangan nya dari punggung Yuri lalu berpindah melihat wajah Yuri yang ketakutan untuk membuka mata.
“Yuri-ah. Pabo !” Seru orang itu yang tak lain adalah Yunho.
“Oppa?” Yuri memeluk Yunho dengan reflek, lalu Yunho membawa Yuri kembali berkumpul bersama-sama teman-temannya ke teras kapal.
“Yuri-ah, gwenchana?” Tanya Jessica menghampiri Yuri yang keringatnya melintas ke kening tanpa poni itu.
Yuri tersenyum. “Gwenchana.”
Terlihat Changmin dan Yoona duduk besampingan. “Baby-ah, aku lapar.” Rengek Yoona yang jatahnya masih harus memakan sereal.
Changmin mengelus kepala Yoona. “Na do. Kekeke, tapi bukankah kita harus menahan?” Ketus Changmin.
Tiffany menggelengkan kepalanya. “Double shikshin.”
“Hmm, eotthoke hyung? Kita tidak mungkin bermalam di luar yang dingin ini kan? Kita bisa masuk angin hyung. Kasihan para yeoja.” Cheondung membuka mulut karena tidak dapat melihat Sulli yang sudah kedinginan.
Jaejoong terdiam seketika. “Jika kita masuk kedalam, para yeoja pasti takut jika harus tidur sendiri.”
Junsu berfikir. “Hmm, bagaimana kalau tidur secara pasangan?”. Semua terkejut, tetapi tidak dengan Sulli yang merasa takut dan juga sudah kedinginan.
“Hyung, micheoso?” Kyuhyun menolak dengan ide Junsu.
“Tapi bagaimana jika tidak memiliki pasangan?” Yesung bukan memikir ide gila itu tapi memikirkan bahwa dia tidak memiliki pasangan.
“Yang tidak punya pasangan kan Sooyoung, Jessica, Yesung, Kyuhyun, Seohyun.” Ujar Changmin.
“Bagaimana jika Seohyun, Kyuhyun satu kamar. Yesung dan Jessica serta Sooyoung satu kamar?” Ujar Yunho.
Kyuhyun menghembuskan nafasny, sungguh kecewa jika Kyuhyun harus ikut Party ini.
“Setuju? Yasudah ke kamar ya !” Junsu sudah tidak sabar. Taeyeon mencubit lengan Junsu dan menatap tajam.
Junsu tertawa kecil. “Hanya bercanda.”
================================
“Sulli-ah gwenchana?” Cheondung perhatian pada Sulli yang sudah masuk terlebih dahulu ke kamarnya.
“Yasudah kau tidur saja di kasur, aku tidur di sofa.” Cheondung ingat bahwa Sulli tidak ingin melakukan hal seperti itu.
Sulli terdiam. “Wae Oppa? Apa Oppa menyesuaikan diri padaku?” Cheondung terkejut. “Anni, tapi bukankah kau..”
Sulli menghampiri Cheondung yang duduk di sofa. “Oppa kau selalu memikirkan perasaanku, aku tahu kau bukan namja yang seperti itu.” Sulli tersenyum.
Cheondung tidak mengerti apa yang dibicarakan Sulli. “Hmm?”
“Bukankah kita bisa member jarak tempat tidur yang luas itu? Aku yakin Oppa tidak akan melakukan hal yang bodoh.” Sulli tersenyum dan Cheondung mengerti.
“Arraso.”Cheondung tersenyum, lalu mereka bersama merapihkan tempat tidur. “Sulli-ah saranghae.” Cheondung membalikkan badan dalam posisi tidur untuk menatap Sulli.
“Na do.” Sulli tersenyum.
_______________________
“Oppa, ingat ya, kau jangan lakukan yang macam-macam.” Yoona dengan posisi duduk pada tempat tidur yang sudah diisi olehnya dan Changmin dengan memakai piyama mengancam.
Changmin memegang tangan Yoona. “Yoona, kau tidak percaya padaku?”
Yoona gugup. “Anni, bukan itu maksudku. Tapi..”
Changmin tersenyum. “Gwenchana, aku tahu maksudmu, aku tahu kau bukan wanita seperti itu.”
“Oppa..” CHU ~~
Ciuman hangat ditengah kapal yang bergoyang karena ditempa oleh ombak yang kasar. Ditemani dengan dinginnya angin malam yang membuat rambut indah yoona mengikuti arah angin. Serta ruangan yang gelap.
“Baby-ah.” Tiba-tiba Changmin melepaskan ciuman itu.
“Hmm?” Yoona tersenyum kecil.
“Maukah kau bertunangan denganku?” Changmin tersenyum.
“Hmm, tentu saja.” “Baby-ah sebaiknya kita tidur saja. Sudah terlalu larut.” Seru Yoona.
_______________
Yunho dan Yuri yang tidur dalam satu ruangan dan dilampau hawa nafsu mereka yang berlebihan.
Yunho mencium bibir Yuri dengan memanas dengan nafsu mereka yang tidak dapat dikembalikan.
Yuri membuka pintu untuk masuk ke dalam kamar dengan menggunakan tangan kitinya sedangkan tangan kanannya memgang lengan Yunho karena ciuman itu terlalu ganas.
Perlahan Yunho menjatuhkan tubuh Yuri pada tempat tidur yang luas itu. Yuri mengapitkan kedua lengannya ke leher Yunho.
Sedangkan Yunho memegang pinggang Yuri. Semakin lama ciuman itu semakin menjadi dan semakin memanas.
Yunho melanjutkan ciumannya itu ke leher Yuri. Yuri menutup matanya dan semakin menikmatinya. Lalu ciuman itu dilanjutkan ke bagian tubuh Yuri lainnya.
Tapi niat itu terhentikan saat Yunho membuka kancing baju tidur atas Yuri. Angin yang berhembus kencang menggoyangkan jendela kamar Yuri.
Yuri mengambil posisi duduk dan menghentikan semua kejadian yang belum terjadi itu. “Aku tutup jendelanya dulu.” Yuri segera berjalan dengan menggunakan daster pink yang cocok dengan tubuhnya itu.
“Ahh.” Yuri terkejut.
Yunho segera datang dan menghampiri Yuri, “Wae?” . Yuri menunjuk kea rah lantai luar jendela itu.
“Oppa, itu boneka yang kujatuhkan kemarin saat di laut.” Yuri menundukkan kepalanya di depan tubuh Yunho. Waktu sudah menunjukkan 3 pagi.
“Mungkin kau salah liat.” Yunho mencoba menenangkan Yuri.
“Yasudah mungkin kau sudah lelah, sebaiknya kita tidur saja.” Yunho mengurung niatnya yang tadi ketika melihat Yuri ketakutan seperti itu.
Tiba-tiba saja boneka itu berjalan semakin dekat kearah tempat tidur Yuri dan Yunho. Yuri membalikkan posisi tidurnya yang belum terlelap dari tidurnya. Yuri membuka mata lalu..
“ARGGGHHHH !!!!” Yuri berteriak tetapi anehnya tidak membuat Yunho terbangun, padahal itu teriakan yang cukup kuat.
****TBC***
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Our Feeds