Because A Tea part a

Because A Tea part a

1. Author : No Name

2. Judul : Because A Tea

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

- Choi Minho

- Tiffany Hwang

——————————————————————————————-

AUTHOR POV

Seorang gadis tengah bermain di pesisir pantai yang indah ditemani dengan seorang pria yang statusnya adalah suaminya.
Gadis? Mungkin ini pernyataan yang aneh, iya dia memang sudah menikah tapi ia masih gadis, mengerti maksudku kan? ya kedua pasangan ini telah menikah 1 bulan yang lalu tapi mereka masih malu dan takut untuk melakukan “sesuatu” dlakukan bulan madu di pulau jeju, ini adalah usul dari kedua orang tua mereka, karena orang tua mereka ingin cepat memiliki seorang cucu.


“baby apa kau senang?” tanya namja itu pada sang istri yang sedang mengukir nama mereka berdua di pasir pantai yang putih bersih.

“neomu my flame” gadis itu tersenyum sambil dan memamerkan eye smilenya.


“selesai…” seru gadis itu sambil meletakan sebilah kayu kecil yang tadi ia pakai untuk menuliskan nama mereka berdua di pasir pantai itu.


“minffany?” namja itu heran melihat nama yang ditulis sang istri tersebut.


“minho tiffany, you not like?” tanya fanny sambil mengerucutkan bibirnya.


“no.. I love it” minho memeluk tiffany erat.


“hey, tidak enak dilihat banyak orang” fanny berusaha melepaskan pelukan minho.


“biarkan saja mereka melihat kita, biar mereka tau kalau kita pasangan sejati” sahut minho.


*JEDEEEEEERRRRR* #suara petir ceritanya.


“kyaaaaaa hujan” fanny merapatkan topi yang ia kenakan.


“ayo…” minho mengenggam tangan tiffany seraya membawanya berlari.


Mereka berlari ke arah villa tempat mereka berbulan madu yang tak jauh dari pantai.


“uuuuummmmm” tiffany mengerucutkan bibirnya seraya mengibas-ngibaskan dressnya yang basah.


“ayo masuk, kita harus ganti baju sebelum masuk angin” sahut minho.


Mereka berduapun masuk kedalam villa tersebut, fanny berjalan ke arah kamarnya dengan lesu dan minho hanya membuntuti sang istri dari belakang.


“aku mau mandi dulu bisakah kau tunggu diluar?” tanya fanny pada minho yang tengah duduk di tepi ranjang.


“uuummm… Tak apa kan jika aku disini? Aku tak akan mengintip” minho menutupi mukanya dengan kedua tangannya.

“hmmm… Baiklah” fanny pun berjalan masuk ke kamar mandi.


***


MINHO POV


Haaaah, aku menjatuhkan tubuhku ke atas tempat tidur kami sambil menunggu istriku selesai mandi.


“fanny sepertinya masih takut akan hal itu, tapi aku menginginkannya” keluhku.


“Hooooaaaammm, fanny lama sekali mandinya?” aku bergumam pelan seraya menutup mataku yang sudah sangat berat.


***

Aku membuka mataku saat mendengar suara yeoja yang kucintai tengah menggerutu, aku melirik ke arah sumber suara itu.


Ommooo!! So sexy, fanny hanya mengenakan handuk yang melilit di sebagian tubuhnya, rambut hitam panjangnya yang sedikit basah membuatnya sangat sexy dan tetesan air yang mengalir di sekitar paha putihnya membuatku menggila.


“minho sadarlah” aku menutup kembali kedua mataku, agar tak melihat fanny yang menurutku sangat sexy.


“minho~aa bangun” tak berapa lama suaranya sangat terdengar jelas di telingaku.


Aku pura-pura tertidur, tak lama tangan fanny menyentuh lekuk wajahku.


“aku bahagia mempunyai suami sepertimu” kata fanny.


Jari-jarinya menyentuh hidungku dan sekarang tepat di bibirku, akupun terbangun dan itu membuatnya gugup, wajahnya memerah.


“ka.. kau sudah bangun?” tanyanya gugup.


“hmmm.. sepertinya” aku tersenyum nakal ke arahnya.


“aku tampan kan?”tanyaku dan itu membuat wajah fanny merah padam.


“aaaaah kau ini” fanny melempar bantal ke arah wajahku.


Aku mendekatkan wajahku ke arahnya.


“hey, kau mau apa?” fanny berusaha menjauhiku.


” neomu yeppoji” pujiku.Memang benar dia sangat cantik dengan kemeja berlengan panjang yang ia gulung hingga siku berwarna biru baby dan hot pant jeans abu-abunya juga rambut panjang hitam panjangnya yang terurai.


“hey, ayo mandi” fanny berdiri dari duduknya dan menarik tanganku hingga aku terbangun seraya mendorongku masuk ke dalam kamar mandi, bisa kulihat jelas wajahnya yang gugup dan merah itu, neomu yeppo.


***

TIFFANY POV

Aku berjalan ke arah lemari dan mencari pakaian untuk minho, aku mengambil kemeja berwarna biru ke abu-abuan dan celana jeans panjangnya, kuletakan pakaian itu di ranjang dan akupun berjalan hendak keluar dari kamar, berusaha melupakan kejadian tadi, dasar Minho pabbo.


“fanny~aa” aku menoleh saat seseorang memanggil ku.


“ommo!” aku menutup wajahku dengan kedua tanganku, saat melihat minho hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya, dan itu membuat dada sixpacknya terlihat jelas.


“hey, kenapa ditutup” tanya minho sembari menyingkirkan tanganku dari wajahku.


“a..anni, aku…” aku mencoba menyembunyikan perasaan takut ku.


“hey, bagaimana kalau kita makan di luar?” tanya minho, dengan senyum manisnya.


“mmm… Baiklah aku tunggu diluar” aku bergegas keluar dari kamar.


“fiuuuuuh..” Aku menyenderkan tubuhku di depan pintu kamar.

***


AUTHOR POV


Kedua pasangan itupun pergi dari villa mereka untuk makan malam di restaurant yang tak jauh dari villa.


“mau makan apa?” tanya minho seraya menarik sebuah kursi kosong agar fanny bisa duduk disana.


“thank you, terserah” sahut fanny setelah duduk di kursi itu.


“okey aku yang pesan” minho memanggil seorang pelayan dan memesan 2 makanan juga 1 botol wine untuk mereka.


Tak berapa lama datang seorang pelayan dengan membawa makanan pesanan mereka.


“silahkan” pelayan itu meletakan makan mereka di meja.


“apakah kalian sedang bulan madu?” tanya pelayan itu.


“mmm.. Iya” jawab minho.


“ah ne, kami punya ini untuk para pasangan yang sedang berbulan madu” pelayan itu memberikan 2 buah gelas kecil di meja mereka, warna seperti teh dan gelasnya seperti gelas untuk meminum teh jepang.


“diminum setelah selesai makan” pelayan itupun pergi meninggalkan mereka.


***

“makanan yang enak” sahut fanny seraya mengelus perutnya.


“iya, hey kita belum meminum ini” minho mengambil sebuah belas kecil yang diberikan pelayan tadi.


“eh, kau benar ini apa ya?” tanya fanny.


“hmm.. Seperti teh, wanginya seperti melati” minho pun meneguk minuman itu dan fanny pun mengikuti minho.


“mmm.. Ini enak” sahut fanny.


“ada sedikit rasa jeruk” tambah fanny.


Mereka pun keluar dari restaurant itu setelah membayar makan malam mereka.


Minho berjalan ke arah mobilnya membukakan pintu untuk sang tuan putri dan setelah itu merekapun melesat keluar dari parkiran yang ada di restaurant itu.


Saat di perjalanan keduanya merasa ada yang tidak beres karna mereka merasa tubuh mereka menjadi sangat panas dan itu memebuat keduanya bmengeluarkan banyak keringat.


“kenapa panas sekali” fanny membuka satu kancing kemejanya.


Minho yang melihat fanny kegerahan seperti itu dan saat fanny membuka kancing kemejanya itu membuat tubuh minho mengeluarkan keringat dingin, ya ini efek dari minuman yang mereka minum tadi, sebenarnya minuman itu bukan teh biasa, melainkan teh penambah gairah, setelah mereka sampai di depan villa minho bergegas keluar dan membukakan pintu untuk fanny.


“aaah, gumawo” fanny mendesah seraya mengibas-ngibaskan kerah kemejanya dan itu membuat dadanya ter expose oleh minho.


“fanny~aa” minho berbisik di telinga fanny.


Dan itu membuat fanny merinding.


Minho mencium bibir fanny lembut, fanny tak menolak dan malah membalas ciuman minho dengan senang hati, keringat bercucuran dari punggung dan dada fanny itu membuat fanny mendorong minho masuk kedalam pintu villa dan menutupnya dengan menendang pintu yang ada di belakangnya dan mereka masih belum melepaskan ciuman mereka, minho membuka jaketnya dan membuangnya ke sembarang arah.


Minho menggenggam tangan fanny dan mencium kembali bibir fanny dengan lembut, fanny mendorong tubuh minho hingga ke dinding ruangan, keduanya melepaskan ciuman mereka dan saling bertatapan minho tersenyum dan mendorong fanny kebelakang, fanny pun menarik kemeja minho hingga salah satu kancingnya copot, minho pun menukar posisi hingga sekarang fannylah yang terpojok di dinding.


“fanny~aa” minho memanggil fanny tepat di telinga fanny.


Tubuh fanny bergelinjang hebat, minho menjilat daun telinga fanny dan itu menbuat fanny mendesah.


“aaaah, minho~aa” desah fanny


.Minho kenbali mencium bibir fanny lembut dan lidahnya menyapu rongga mulut fanny fanny membalasnya dan lidah mereka pun bermain di dalam mulut fanny, mereka bertukar saliva dan membuat decakan-decakan yang menggema di ruang tamu villa, tangan minho tidak tinggal diam tangannya masuk kedalam punggung kemeja fanny mencari pengait bra nya, beberapa detik kemudian minho menemukannya dan melepaskan pengait itu.


“aaaaaaah….” desah fanny, melepaskan ciuman mereka.Minho menatap mata fanny dengan tatapan teduh dan itu membuat jantung fanny berdegup kencang.

“bolehkah aku?” tanya minho lembut.Fanny hanya mengangguk pelan dan seburat merah muncul dari kedua pipinya.


“oh, your so sexy” bisik minho tepat di telinga fanny.


“minho aaaaaaaah~” desah fanny saat minho memijat pelan payudara fanny yang masih tertutup kemejanya.


“aku merasa sangat panas disini” sahut fanny disela-sela desahan indahnya.


Tiffany merasa lemas dan ia hanya bisa mengalungkan tangannya pada leher minho, minho menarik kemeja fanny dan itu membuat kemeja fanny terbuka seketika.


“baby your so hot” sahut minho.


“it’s all for you” fanny mengerlingkan matanya.Minho menggendong tiffany ala bridal dan membawa fanny ke sofa merah yang ada disana, minho menindih tubuh fanny seraya mencium bibir fanny lembut, karena minho merasa gerah dengan cepat ia membuka kemejanya dan membuangnya ke sembarang arah seraya membuang bra fanny yang masih menempel di tubuh fanny.


***


TIFFANY POV


Aneh aku merasa aneh tubuhku merasa panas sekali, dan aku tak menolak saat minho menyentuhku biasanya aku selalu menghindarinya, sebenarnya ada apa?Cup~ minho mengecup keningku, mata, hidung, bibir dan sekarang ia tengah mengecup leherku, kurasa akan banyak bercak-bercak merah dileherku.

Aku merasa ada sesuatu yang mengelitik mrs. V ku, tangan minho mengelus pelan mrs.V ku yg masih tertutup hotpants ku, aku hanya bisa menggigit bibir bawahku menahan desahan yang ingin keluar dari mulutku.


“mendesahlah” bisik minho di telingaku.


Tangan kanannya memijat pelan payudara kiriku bibirnya bermain di payudara kananku dan tangan kirinya berusaha membuka hotpantsku, aku mengangkat sedikit pantatku agar minho mudah membuka celanaku, finally aku benar-benar naked sekarang dan itu membuat minho menghentikan aktifitasnya ia pun berdiri dan membuka seluruh celananya.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment

Our Feeds