BY : Mimafanfiction
“Aku mencintainya” kata-kata itu masih terngiang dihatiku. Hancur!! Hatiku hancur!! Laki-laki itu. Tuhan, kenapa semuanya seberat ini? Park Joong Su. Kenapa harus dia? Kenapa harus dia yang aku cintai? Kenapa dia mencintai orang lain? Kenapa harus Tiffany Hwang? Kenapa harus Tiffany Hwang yang harus ia cintai? Kenapa? Kenapa Tuhan?
Aku menghela nafas berat. Ku banting tubuh ku keatas tempat tidur. ‘Hari yang berat’ runtuk ku dalam hati. Taukah kau rasanya patah hati Joong Su? Joong Su? Namanya Park Joong Su. Laki-laki yang selama ini ku cintai. Aku hanya mampu mengaguminya dari jauh. Aku tak sanggup melihat senyumya.Wajahnya yang manis, matanya yang indah, lesung pipitnya. Aku sampai tidak bisa tidur karenanya. Sudah 7 tahun aku mencintainya. Melihatnya dari jauh, memandangginya dari jendela kelas. Tapi, kenapa tadi kau bilang mencintai Tiffany Hwang?
-Flash Back-
Perpustakaan. Satu-satunya tempat untuk seorang anak miskin seperti ku menghabiskan waktu. Maklum, aku hanya murid yang mendapat beasiswa di sekolah elit. Ku ambil sebuah buku dan mencari tempat duduk di pojok. Tempat favorit ku. Duduk di pojok memungkinkan aku melihat Joong Su. Tidur di taman belakang sekolah adalah kebiasaanya. Seperti sekarang yang ia lakukan. Ia tampan. Matanya yang indah. Lesung pipitnya yang indah sedang tersenyum kearah ku. Tunggu? Tersenyum kearah ku? Dia benar-benar tersenyum kearah ku. Omo!! Kenapa jantung ku berdebar.
Aku kembali fokus dengan buku ku. Tak butuh waktu lama grombolan Tiffany cs masuk ke perpusktakaan. Hah? Tiffany ke perpustakaan? Apakah sedang ada hujan di luar? Ia mengambil posisi jauh dari ku. Entah kenapa insting ku berkata aneh.
“Annyeong” suara manis ini..suara Joong Su. Aku yakin ini suara Park Joong Su. Ku turunkan buku ku dan menemukan sosok Joong Su sedang duduk di depan Tiffany.
“Ada apa?” kenapa yang menjawab Victoria. Victoria adalah sahabat dari Tiffany.
“Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu Tiffany-sshi” kata Joong Su.
“Cepat kata kan!!”kata Tiffany.
“Aku mencintai mu Tiffany-sshi” kata Joong Su tegas. Hancur!! Hancur!! Seketika itu hati terasa hancur!! Tiffany tersenyum, ia berdiri dan… CUPP
Bibir Tiffany menempel indah di bibir Joong Su. Mereka beriuman di depan ku. Aku sakit. Mata ku memanas menahan sakit.
“Aku juga mencintai mu” kata Tiffany dengan tatapan sededuktif mungkin.
-Flash Back end-
Mata ku terpejam. Aku melihat Joong Su. Dia membelai ku,belaian hangat. Dia indah. Ia tersenyum, manis.Manis sekali.
“Taeyeon” sapanya hangat
“Joong Su” panggil ku.
“Maukah kau menjadi kekasih ku” tanyanya. Aku gembira. Sangat gembira.
BYUUURRR
“Taeyeon kenapa masih tidur!! Ini sudah siang!!” teriak Omma. Aku hanya mimpi. Mimpi indah.
Segera saja aku bangun dan siap-siap berangkat sekolah.
@@@
Saat ini sedang istirahat. Aku tak sanggup melakukan apa-apa hari ini. Aku masih merasa sakit. Ku putuskan untuk pergi ke belakang sekolah.
Di belakang sekolah aku bertemu dengan “dia”. “Dia” duduk termenung.
“Taeyeon” panggilnya.
“a..apa?”tanya ku.
“mau temani aku bolos?” tawanya. Bagai di setrum aku pun hanya mengangguk.
@@@
Kami kabur melewati pintu belakang sekolah. Dia mengemgam tanggan ku hanggat. OMO!! Jantung ku berdegup kencang!! Kami bolos dan pergi ke apartemennya.
“Taeng, aku putus” katanya. Apa? Aku tak salah dengar? Dia putus? Hati ku bahagia.
“Maksudmu?” aku berusaha menyembunyikan rasa haru ku.
“Taeng, mau kah kau menjadi pengganti Tiffany?” kata Joong Su. Aku langsung mengangukan kepala ku. Persetan dengan apapun! Aku hanya ingin dia. Persetan aku hanya di jadikan pelarian!
“Taeng” dia memeluk ku hangat. Sangat hangat.
“Uljima.. jangan menangis” aku tak sanggup melihatnya seperti ini.
“Sudahlah aku tak menaggis chagiya” ia tersenyum manis sekali.
“Bagaimana kalau kita bermain” kata Joong Su dengan kerlingan matanya.
“Mak.ssudd” Aku tak dapat melanjutkan kata-kata ku. Ia mencium ku.Omo aku sangat bahagia hari ini.
“Kita bermain, aku akan mempertanggung jawabkannya”. Bisik Joong Su pelan.
Joong Su POV
“Kita bermain, aku akan mempertanggung jawabkannya”. Bisik ku pelan. Entah kenapa, ada yang aneh setiap aku melihatnya. Aku ingin lebih, bukan hanya ini. Perasaan yang lebih dari perasaan ku ke Tiffany. Lebih dari perasaan ku kewanita mana saja. Lebih dari perasaan ku ke Ibu ku sekalipun.
Authour POV
“Kita bermain, aku akan mempertanggung jawabkannya”. Bisik Joong Su pelan.
“Aku terima tantanganmu !”. Ujar Taeyeon semangat.
“Aku suka Kim Taeyeon yang seperti ini!”.
Tangan Joong Su mulai menaikan dagu Taeyeon agar wajahnya semakin sejajar. Dielusnya perlahan pipi Taeyeon dengan jemarinya. “Kau benar-benar selalu menggoda ku”. Ucap Joong Su lalu mencium bibir Taeyeon.
Dihisapnya bibir bawah Taeyeon dengan lembut, semakin lama hisapan itu semakin kuat, dan menimbulkan desahan dari gadis di depannya. “Euum..eummm”.
Joong Su memasukkan lidahnya, lalu mengajak lidah Taeyeon untuk bermain. Taeyeon merespon dengan pintar. Kedua tangannya mengalung erat di leher Joong Su..
“sshhh…euuumm…”. Bunyi kecapan-kecapan kuat terdengar nyaring dan membuat Joong Su bernafsu. Joong Su melepas ciuman panasnya lalu beralih ke leher Taeyeon “aaahh…Joong…sshh..Su…”.
Dijilat perlahan leher Taeyeon lalu digigit kecil olehnya hingga Taeyeon mendongkakan kepalanya ke atas, membuka akses lebih bagi Joong Su. “ssshh…ouhhh…sshhh…aahh”.
Kiss mark memenuhi leher Taeyeon, namun Joong Su tidak kunjung ingin menyudahi aktivitasnya itu.
“Joong Su…aaaa….ummhh..ouuh..ooh…ahhh..sud…ssshhh…ahh…sudah…cukup…aahh”.
Joong Su menghentikan aksinya, dia tersenyum nakal melihat Taeyeon yang sedang lemas .
“Ku mulai dari mana ? Sepertinya kau sudah lelah”.
Taeyeon menggeleng keras, dia berusaha mengumpulkan nyawanya untuk menjawab pertanyaan Joong Su. Ini kesempatan yang sudah lama ia tunggu.
“Anio…teruskan, kau mau aku gila ?Aku sudah menunggu lama kesempatan ini”. Taeyeon menarik tangan Joong Su, lalu meletakkannya di payudara kirinya. “Ayo mainkan!!” perintah Taeyeon.
Mendapat lampu hijau, Joong Su buru-buru melakukan pijatan lembut di payudara kiri Taeyeon. Mereka masih memakai pakaian lengkap, dan itu mengurangi nikmatnya.
“Aku harus buka seluruh pakaianmu, berdiri”.Perintah Joong Su
Taeyon merentangkan kedua lengannya kesamping , mempermudah Joong Su melepaskan seragamya. Setelah seragamnya terlepas, Joong Su langsung membuka pengait bra yang masih melilit menutupi buah dada Taeyeon.
Joong Su menatap sebentar, menikmati pemandangan indah itu. Tangannya mulai gatal, dan mulai meramas payudara ranum Taeyeon itu.
“ouhhhh…Joong Su..eemmhh..shhh… ah..ah..”. Terus terlontar berkali-kali desahan nikmat Taeyeon.
“ah..oppa~ eumm..ahh”.
Tangan Joong Su terus meremas lembut payudara Taeyeon, sesekali dia menggesek-gesekkan jari telunjuknya di nipple Taeyeon. Dan sekarang Joong Su tengah mengulum payudara Taeyeon, dihisap kuat nipplenya oleh Joong Su, lalu setelah itu dijilati perlahan.
“ouhhhh.eemmm…aaa…ouuhhh…fas…aahh..ter…aah…aahh…ahh..ah..ah..fasterr..shhh”.
Taeyeon tak sanggup lagi melakukan apapun, tubuhnya melemas mendapat perlakuan dari Joong Su.
“oppa~ ahh..ah..bukkaa..sshhh..baj…ahh.mu..ju…ga…ahhh..ommm” Joong Su tak menggubris titah kekasihnya itu, dia masih asyik memainkan payudara Taeyeon
Karena tidak merespon, akhirnya Ta yeon melepas paksa seragam Joong Su, lalu dia mengelus abs Joong Su dan memainkan nipplenya.
“ahh..taeng..sshhh..terusssss..eumm..yaa..ahh”. Joong Su mendesah kuat, dan melupakan payudara Taeyeon.
Sekarang bagian Taeyeon yang menguasai Joong Su, dia menciumi habis Joong Su, dari bibir hingga pusarnya, satu persatu di jamahi Taeyeon dengan bibir dan tangannya.
“ah..ouhhh…chaggi~ ssshhh..bukaaa..celana..ahh..ku..ppali..ouhhh”.
Taeyeon yang sedang sibuk menjilati pusar Joong Su, dengan sigap membuka perlahan celana yg dikenakan Joong Su. Junior Joong Su terlihat sudah menegang,Taeyeon mencoba menggodanya.
Tanpa melepaskan underware Joog Su,Taeyeon mengelus junior Joong Su yang masih terkurung itu. Setelah itu dijilatinya dengan saliva, dan sekarang celana dalam Joong Su terlihat basah.
“ahhh…Taeng..uuhh…ouhh..eummmm…henti..ssshhh…eumm..kan..ahh..ahhh”.
Joong Su meracau hebat diperlakukan seperti itu oleh Taeyeon.
Taeyeon pun membuka underware Joong Su, lalu dimainkannya junior Joong Su itu . Diemut, dan dikeluar masukkan oleh Taeyeon dimulutnya.
“ouhhh…Tae~ ..terusssssss…shhh..euummmmm..ahh”.
Taeyeon terkikik geli melihat tingkanh Joong Su yang menikmati permainannya. Setelah junior Joong Su dimainkan dimulutnya, sekarang junior itu dimainkan dipayudaranya. Digeseknya junior Joong Su di belahan payudaranya, dihimpit oleh payudara Taeyeon lalu digesek, dan Joong Su semakin melolong keras. “eumm…ouhhh..ah..ah..ah..ah..fasterrrr…eummm..”.
Taeyeon juga ikut mendesah kecil, dan dipercepatnya gesekkan itu hingga cairan sperma Joong Su tumpah.
@@@
Dada Joong Su turun naik, nafasnya belum teratur, dadanya masih berdegup akibat perlakuan Taeyeon. Kekasihnya itu juga hampir sama keadaannya, dia terlentang di sebelah Joong Su, dengan dada turun naik. Joong Su melirik kearah Taeyeon, lalu bola matanya menatap ke arah payudara Taeyeon yang bergerak turun naik. Nafsunya semakin menjadi, dipilinnya nipple lagi sehingga gadis itu sontak mendesah. “ahh..ahh..eummm…eummm..shhhh..ouhhhh…ahhh”
Joong Su bangun dari tidurnya, tangannya masih tetap memilin nipple Taeyeon. Mata evil Joong Su mulai berkilat, dia menghentikan jarinya yang bermain di nipple Taeyeon, dia menatap dalam kekasihnya. Jarinya menyentuh membelai lembut wajah Taeyeon, hingga kepinggangnya. Lalu tangannya mulai bergerak kebawah, mengelus dengan perlahan paha yang masih tertutup rok sekolah. Setelah itu digesekkannya jari itu tepat didepan vagina Taeyeon yang masih tertutup celana dalam. Gadis itu mendesah namun ditahan.
Tidak sampai disitu, jari nakal itu perlahan membuka sleting rok Taeyeon, setelah terbuka dia menurunkan rok itu perlahan, dan sekarang Taeyeon hanya memakai underware hitam. Disekitar vaginanya sudah basah, dia sudah orgasme ternyata. Joong Su menatap ke arah vagina Taeyeon lalu mengangkat ujung bibirnya keatas. Jari itu mulai bermain lagi, digesekkannya lagi, tapi sekarang sedikit ditusuk-tusukkan kearah lubang itu. Dan kali ini Taeyeon tidak dapat menahan desahannya
“ahh..ah..ah..oppahhh..eummm”.
Jemari Joong Su bergerak keatas, membuka underware itu . Setelah terbuka, dengan cepat, Joong Su membenamkan wajahnya di antara selangkangan Taeyeon, dijilatinya vagina merah itu.
“ouuuuuhhhh..ah..ah..ah..oppaa..eum…ahh..ahhh”.
Joong Su menjilati vagina Taeyeon dengan nikmat, dikoyak-koyakkannya vagina itu dengan lidahnya. Setelah bertemu dengan klirotis, Joong Su mengemut benda itu . Taeyeon semakin hebat mendesah ketika spot nya sudah dimainkan oleh Joong Su.
“ah..ah..ah..ouhhh…eumm…ahh..ahhh..ahhh..”.
Taeyeon terus mendesah , sampai Joong Su berhenti memainkan vaginanya.
“aku masukkan sekarang ya, ouhhh..aku sudah tidak bisa menahan “.Joong Su menuntun juniornya kearah vagina Taeyeon. Mereka merasakan sakit luar biasa. Ini adalah yang pertama untuk mereka. Akhirnya Junior Joong Su tertanam sempurna di vagina Taeyeon.
“eummm..cepat gerakkan”. Teriak Taeyeon
“sabar chaggi, kita harus pelan-pelan”.
Joong Su menciumi bibir Taeyeon dulu, namun Taeyeon buru-buru menghentikannya.
“cepatttt…gerakkan !”.
Joong Su tersenyum lalu dengan tempo cepat dia menarik ulur juniornya.
“ouhhhh..euummmm..ah..ah..ah..ah..oppaa…ahhh..ahh..ahhh”.
Taeyeon mendesah hebat, tempo yang dimainkan Joong Su benar-benar membuatnya melayang.
“euuummm..euuummm..ah..ah..ah..ah..ahh..ahh..oppa..ahhh..euuumm”.
Pantat Taeyeon sedikit diputarnya, dan dia muai ikut mengerakkan pinggulnya berlawanan arah.
“ya..oouhhh..honey~ ahh..ahhh..ahh..ahhh..eummm”.
Mereka mendesah keras, keringat sudah membanjiri tubuh meraka masing-masing.
“aku sudah…ouhhh..keluarr…ahhh”. Taeyeon orgasme pertama, dan menghentikan geraknya.
“aku juga…sebentar lagi..ah..ah..ah…”. Dan Joong Su menyusul.
Keduanya terlihat lelah, nafasnya memburu. Nafsu memang sedang menguasai mereka sekarang.
Joong Su melirik Taeyeon yang tergeletak, dia menraik tubuh Taeyeon agar berdiri.
“Ayo lakukan sambil berdiri”. Joong Su menarik Taeyeon dari tempat tidur, lalu menyudutkannya di dinding kamar.
“Oppa..aku tidak kuat berdiri lagi..”.
“ssuuutttt..ini akan nikmat”.
Joong Su mengangkat kaki kanan Taeyeon kebahunya, lalu jarinya bermain sebentar di vagina Taeyeon yang sudah basah.
“ouhhh..opppaa…ahhh..ahhhh”.
Setelah itu, sekarang bagian juniornya yang memasuki vagina Taeyeon. Dimasukkan dengan perlahan hingga sema tertanam sempurna.
Taeyeon pun menggerakkan pinggulnya, kedepan dan kebelakang. Tangan Taeyeon bertumpu dibahu kiri Joong Su
“ah..ah..ah..opppa..ahhh..ah..ah..ah..eumm…ah..ah..ah..”.
“Chaggi~..ouhhh..kau..shhh…nikmat…ahh..ahhh”.
Junior Joong Su terus menyodok-nyodok kasar vagina Taeyeon .
“opppaa..aku..ahh..ahhh..mau…keluarrrrr..ouhhh”.
“aku juga…eummm..eumm..ahhhhhh”. Taeyeon merosot lemas, namun ditahan Joong Su. Dipapahnya Taeyeon sampai ketempat tidur.
“gomawo, kau benar-benar hebat chaggi~”. Dikecupnya kening Taeyeon lembut.
“eumm..kau juga oppa”. Kata Taeyeon.
“Love you forever” Joong Su mengecup singkat bibir Taeyeon.
“Love you too” kata Taeyeon
Mereka sama-sama lelah. Akhirnya mereka tertidur seharian.
-The End-
NB : AKHIRNYA SELESAI JUGA ^^. SETELAH BANYAK READERS YANG NGEREQUEST FF NC TAETEUK NC. UNTUK PART“NC” SAYA BERGURU DARI FF PLEASE GIVE ME YOUR TIME. EITSS, TAPI GAK DI PRAKTEKIN YA. SAYA CUMAN BACA DAN MENELADANI TANPA DI LAKUKAN YA!! BAGI KALIAN YANG MAU REQUEST SILAHKAN AJA. TINGGAL COMMENT AJA KOK. OYA, DON’T TRY THIS AT HOME!!.

Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon